Ares, Orion dan Reina bersahabat sejak kecil. Mereka selalu bermain
bersama di komplek rumah mereka, sedikit hari yang tidak mereka nikmati
bersama. Pada suatu hari Reina meminta Ares dan Orion untuk menulis apa
yang mereka inginkan begitu besar nanti.
Ares dan Orion tampak
bingung, Reina tidak peduli dengan kebingungan kedua sahabat kembarnya.
Selesai mereka menulis pada secarik kertas, Reina memasukan tiga lembar
kertas itu ke dalam sebuah kaleng yang berbentuk hati. Reina lalu
menguburkan kaleng itu di bawah sebuah pohon di sudut taman mereka.
Reina membuat kesepakatan untuk menggali dan membuka kaleng itu sepuluh
tahun lagi. Ares dan Orion semakin bingung dan Reina pun diam tanpa
penjelasan. Ares bertanya, sepuluh tahun lagi apakah mereka masih
bermain bersama? Orion pun menjawab dengan pasti, “Kita akan selalu main
bersama”. Reina mengangguk dan tersenyum.
Dua Belas tahun kemudian….
Dua
belas tahun telah berlalu, ares dan Orion kini telah tumbuh menjadi dua
anak muda yang sedang duduk di bangku kuliah. Namun tampak perbedaan
yang sangat ekstrim dalam dua anak kembar itu. Ares telah menjadi
seorang mahasiswa yang menekuni bidang musik sebagai mata kuliahnya.
Sedangkan Orion telah memasuki fakultas teknik yang menekuni bidang
arsitektur.
Bukan hanya disitu perbedaan mereka berhenti. Orion telah
tumbuh menjadi seorang anak yang periang, serius dalam belajar,
berprestasi baik di pelajarannya ataupun hobinya, bermain bola basket.
Ares tumbuh menjadi seorang pencinta musik dan seorang pemuda yang
pendiam.
Sifat Ares juga bertolak belakang dengan Orion, Orion
adalah seorang anak yang ramah, sedangkan Ares adalah seorang anak yang
pemarah. Ares selalu marah, sinis, memusuhi Orion dan juga Ridwan, Papa
mereka. Kecuali untuk Siska, mama mereka. Hanya kepada Siska Orion bisa
berkata manis dan tersenyum dan hanya Siska yang mengetahui sisi lembut
dari sifat Ares.
Tidak dapat disangkal kekecewaan yang ada dalam
diri Ridwan atas sifat Ares dan kelakuannya. Bagi Ridwan sebagai seorang
ayah, Ares perlu dibimbing dan diarahkan agar bisa menjadi seorang anak
yang lebih baik. Namun bagi siska sebagai seorang ibu, Ares lebih harus
dimengerti. Konflik ini juga menjadi masalah terpendam dari pasangan
ayah ibu ini.
Di hari ulang tahun Ares dan Orion, di saat makan
malam keluarga, Ridwan mengharapkan kedua putranya berkumpul, namun
tampak hanya Orion yang sudah tiba di rumah. Sebersit rasa kecewa yang
sudah bisa ia prediksi terlihat diwajahnya. Ridwan pun memutuskan untuk
tidak mau mengganggu suasana dengan rasa kecewanya itu dan memberi tahu
kepada Orion bahwa ia membawa hadiah kejutan untuk Orion. Sejenak, Reina
masuk ke ruang makan.
Orion terkejut melihat Reina, sudah dua
belas tahun lamanya Reina pergi dan tinggal di Amerika. Orion tidak
dapat menutupi rasa senangnya melihat kehadiran Reina. Pada saat yang
hampir bersamaan, Ares memasuki ruang makan dengan wajah lebam. Melihat
ares, Ridwan tidak mampu menahan kecewa dan amarahnya. Ares pun tidak
bisa menerima kemarahan ayahnya dan segera kabur ke kamarnya tanpa
memperdulikan Reina. Reina yang baru saja kembali bertemu dengan
keluarga ini nampak terkejut melihat ini.
Sudah beberapa hari
Reina di rumah Ares dan Orion. Orion selalu menemani Reina dengan
acara-acara yang ia buat khusus untuk Reina. Namun tidak pernah Reina
pergi dan berbicara dengan Ares. Sedikit demi sedikit ia mencoba
mengetahui apa yang terjadi selama dua belas tahun terakhir. Dua
sahabatnya yang selalu akur dan memiliki keluarga yang harmonis,
sekarang telah menjadi jauh berbeda.
Masalah-masalah Ares dan
Orion tidak hanya berhenti di rumah saja. Di kampus mereka kuliah, Ares
dan Orion juga saling tidak menyukai. Lala kembali mendekati Ares
setelah ia memutuskan hubungannya dengan Orion. Dari Lala, Ares dan
Orion pun mendapatkan masalah tambahan. Raul teman satu tim basket
dengan Orion sangat menyukai Lala. Raul tidak dapat melihat Lala
diperlakukan kasar oleh Ares dan Orion tidak dapat melihat kelakuan
kasar yang dilakukan Raul kepada kakaknya, Ares. Yang Orion mampu
lakukan untuk membalas Raul adalah memusuhinya ketika bermain basket.
Masalah di kampus ini tidak diketahui baik Reina ataupun Ridawan dan
Siska.
Reina terus mencari tahu telah apa yang telah terjadi
selama dua belas tahun Reina meninggalkan mereka. Disana ia menemukan
begitu banyak masalah yang terjadi. Kekecewaan Ares pada Reina yang
meninggalkan dirinya diam-diam, cinta Orion yang kembali tumbuh kepada
Reina ketika Reina kembali, Kekecewaan Ares kepada Papanya dan Orion,
Orang tua Ares dan Orion yang menyimpan rahasia kedua anak mereka. Reina
mencoba untuk mengerti semua itu secepat mungkin. Pada saat yang
bersamaan di sana Orion pun menyadari bahwa Reina mencintai Ares, bukan
dirinya. Perang dingin Ares dan Orion pun memanas.
Reina
memutuskan membuka kotak hati yang tertanam di taman mereka. Di sana ia
membaca secarik kertasnya dihadapan Orion dan Ares. Reina mengatakan,
dua belas tahun yang lalu, ia menuliskan bahwa Ia hanya ingin Ares dan
Orion akur sampai tua. Kejadian ini pun cukup melembutkan hati Ares dan
Orion. Namun masalah mereka bukan hanya sampai disitu saja. Ada masalah
besar yang Reina belum tahu dan ditutupi oleh orang tua Ares. Sebuah
masalah yang mendasar penyebab semua perubahan-perubahan dalam keluarga
ini dan dalam diri Ares khususnya.
Adapted from a Novel “Summer Breeze”
by Orizuka Puspa Swara
Romantic Name
Quote
Life is too short to be anyone else! So, be your self ;;-)
Life is a lesson, you learn it when you through
The most painful goodbyes are the one that are never said and never explained
The best feeling are those that have no words to describe them
Truth is simple, but the moment you try to explant it, it becomes difficult
The bravest thing you could possibly do is be yourself in a world that is constantly trying to change you
Rabu, 21 November 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Summer Brezze
Ares, Orion dan Reina bersahabat sejak kecil. Mereka selalu bermain
bersama di komplek rumah mereka, sedikit hari yang tidak mereka nikmati
bersama. Pada suatu hari Reina meminta Ares dan Orion untuk menulis apa
yang mereka inginkan begitu besar nanti.
Ares dan Orion tampak bingung, Reina tidak peduli dengan kebingungan kedua sahabat kembarnya. Selesai mereka menulis pada secarik kertas, Reina memasukan tiga lembar kertas itu ke dalam sebuah kaleng yang berbentuk hati. Reina lalu menguburkan kaleng itu di bawah sebuah pohon di sudut taman mereka. Reina membuat kesepakatan untuk menggali dan membuka kaleng itu sepuluh tahun lagi. Ares dan Orion semakin bingung dan Reina pun diam tanpa penjelasan. Ares bertanya, sepuluh tahun lagi apakah mereka masih bermain bersama? Orion pun menjawab dengan pasti, “Kita akan selalu main bersama”. Reina mengangguk dan tersenyum.
Dua Belas tahun kemudian….
Dua belas tahun telah berlalu, ares dan Orion kini telah tumbuh menjadi dua anak muda yang sedang duduk di bangku kuliah. Namun tampak perbedaan yang sangat ekstrim dalam dua anak kembar itu. Ares telah menjadi seorang mahasiswa yang menekuni bidang musik sebagai mata kuliahnya. Sedangkan Orion telah memasuki fakultas teknik yang menekuni bidang arsitektur.
Bukan hanya disitu perbedaan mereka berhenti. Orion telah tumbuh menjadi seorang anak yang periang, serius dalam belajar, berprestasi baik di pelajarannya ataupun hobinya, bermain bola basket. Ares tumbuh menjadi seorang pencinta musik dan seorang pemuda yang pendiam.
Sifat Ares juga bertolak belakang dengan Orion, Orion adalah seorang anak yang ramah, sedangkan Ares adalah seorang anak yang pemarah. Ares selalu marah, sinis, memusuhi Orion dan juga Ridwan, Papa mereka. Kecuali untuk Siska, mama mereka. Hanya kepada Siska Orion bisa berkata manis dan tersenyum dan hanya Siska yang mengetahui sisi lembut dari sifat Ares.
Tidak dapat disangkal kekecewaan yang ada dalam diri Ridwan atas sifat Ares dan kelakuannya. Bagi Ridwan sebagai seorang ayah, Ares perlu dibimbing dan diarahkan agar bisa menjadi seorang anak yang lebih baik. Namun bagi siska sebagai seorang ibu, Ares lebih harus dimengerti. Konflik ini juga menjadi masalah terpendam dari pasangan ayah ibu ini.
Di hari ulang tahun Ares dan Orion, di saat makan malam keluarga, Ridwan mengharapkan kedua putranya berkumpul, namun tampak hanya Orion yang sudah tiba di rumah. Sebersit rasa kecewa yang sudah bisa ia prediksi terlihat diwajahnya. Ridwan pun memutuskan untuk tidak mau mengganggu suasana dengan rasa kecewanya itu dan memberi tahu kepada Orion bahwa ia membawa hadiah kejutan untuk Orion. Sejenak, Reina masuk ke ruang makan.
Orion terkejut melihat Reina, sudah dua belas tahun lamanya Reina pergi dan tinggal di Amerika. Orion tidak dapat menutupi rasa senangnya melihat kehadiran Reina. Pada saat yang hampir bersamaan, Ares memasuki ruang makan dengan wajah lebam. Melihat ares, Ridwan tidak mampu menahan kecewa dan amarahnya. Ares pun tidak bisa menerima kemarahan ayahnya dan segera kabur ke kamarnya tanpa memperdulikan Reina. Reina yang baru saja kembali bertemu dengan keluarga ini nampak terkejut melihat ini.
Sudah beberapa hari Reina di rumah Ares dan Orion. Orion selalu menemani Reina dengan acara-acara yang ia buat khusus untuk Reina. Namun tidak pernah Reina pergi dan berbicara dengan Ares. Sedikit demi sedikit ia mencoba mengetahui apa yang terjadi selama dua belas tahun terakhir. Dua sahabatnya yang selalu akur dan memiliki keluarga yang harmonis, sekarang telah menjadi jauh berbeda.
Masalah-masalah Ares dan Orion tidak hanya berhenti di rumah saja. Di kampus mereka kuliah, Ares dan Orion juga saling tidak menyukai. Lala kembali mendekati Ares setelah ia memutuskan hubungannya dengan Orion. Dari Lala, Ares dan Orion pun mendapatkan masalah tambahan. Raul teman satu tim basket dengan Orion sangat menyukai Lala. Raul tidak dapat melihat Lala diperlakukan kasar oleh Ares dan Orion tidak dapat melihat kelakuan kasar yang dilakukan Raul kepada kakaknya, Ares. Yang Orion mampu lakukan untuk membalas Raul adalah memusuhinya ketika bermain basket. Masalah di kampus ini tidak diketahui baik Reina ataupun Ridawan dan Siska.
Reina terus mencari tahu telah apa yang telah terjadi selama dua belas tahun Reina meninggalkan mereka. Disana ia menemukan begitu banyak masalah yang terjadi. Kekecewaan Ares pada Reina yang meninggalkan dirinya diam-diam, cinta Orion yang kembali tumbuh kepada Reina ketika Reina kembali, Kekecewaan Ares kepada Papanya dan Orion, Orang tua Ares dan Orion yang menyimpan rahasia kedua anak mereka. Reina mencoba untuk mengerti semua itu secepat mungkin. Pada saat yang bersamaan di sana Orion pun menyadari bahwa Reina mencintai Ares, bukan dirinya. Perang dingin Ares dan Orion pun memanas.
Reina memutuskan membuka kotak hati yang tertanam di taman mereka. Di sana ia membaca secarik kertasnya dihadapan Orion dan Ares. Reina mengatakan, dua belas tahun yang lalu, ia menuliskan bahwa Ia hanya ingin Ares dan Orion akur sampai tua. Kejadian ini pun cukup melembutkan hati Ares dan Orion. Namun masalah mereka bukan hanya sampai disitu saja. Ada masalah besar yang Reina belum tahu dan ditutupi oleh orang tua Ares. Sebuah masalah yang mendasar penyebab semua perubahan-perubahan dalam keluarga ini dan dalam diri Ares khususnya.
Adapted from a Novel “Summer Breeze”
by Orizuka Puspa Swara
Ares dan Orion tampak bingung, Reina tidak peduli dengan kebingungan kedua sahabat kembarnya. Selesai mereka menulis pada secarik kertas, Reina memasukan tiga lembar kertas itu ke dalam sebuah kaleng yang berbentuk hati. Reina lalu menguburkan kaleng itu di bawah sebuah pohon di sudut taman mereka. Reina membuat kesepakatan untuk menggali dan membuka kaleng itu sepuluh tahun lagi. Ares dan Orion semakin bingung dan Reina pun diam tanpa penjelasan. Ares bertanya, sepuluh tahun lagi apakah mereka masih bermain bersama? Orion pun menjawab dengan pasti, “Kita akan selalu main bersama”. Reina mengangguk dan tersenyum.
Dua Belas tahun kemudian….
Dua belas tahun telah berlalu, ares dan Orion kini telah tumbuh menjadi dua anak muda yang sedang duduk di bangku kuliah. Namun tampak perbedaan yang sangat ekstrim dalam dua anak kembar itu. Ares telah menjadi seorang mahasiswa yang menekuni bidang musik sebagai mata kuliahnya. Sedangkan Orion telah memasuki fakultas teknik yang menekuni bidang arsitektur.
Bukan hanya disitu perbedaan mereka berhenti. Orion telah tumbuh menjadi seorang anak yang periang, serius dalam belajar, berprestasi baik di pelajarannya ataupun hobinya, bermain bola basket. Ares tumbuh menjadi seorang pencinta musik dan seorang pemuda yang pendiam.
Sifat Ares juga bertolak belakang dengan Orion, Orion adalah seorang anak yang ramah, sedangkan Ares adalah seorang anak yang pemarah. Ares selalu marah, sinis, memusuhi Orion dan juga Ridwan, Papa mereka. Kecuali untuk Siska, mama mereka. Hanya kepada Siska Orion bisa berkata manis dan tersenyum dan hanya Siska yang mengetahui sisi lembut dari sifat Ares.
Tidak dapat disangkal kekecewaan yang ada dalam diri Ridwan atas sifat Ares dan kelakuannya. Bagi Ridwan sebagai seorang ayah, Ares perlu dibimbing dan diarahkan agar bisa menjadi seorang anak yang lebih baik. Namun bagi siska sebagai seorang ibu, Ares lebih harus dimengerti. Konflik ini juga menjadi masalah terpendam dari pasangan ayah ibu ini.
Di hari ulang tahun Ares dan Orion, di saat makan malam keluarga, Ridwan mengharapkan kedua putranya berkumpul, namun tampak hanya Orion yang sudah tiba di rumah. Sebersit rasa kecewa yang sudah bisa ia prediksi terlihat diwajahnya. Ridwan pun memutuskan untuk tidak mau mengganggu suasana dengan rasa kecewanya itu dan memberi tahu kepada Orion bahwa ia membawa hadiah kejutan untuk Orion. Sejenak, Reina masuk ke ruang makan.
Orion terkejut melihat Reina, sudah dua belas tahun lamanya Reina pergi dan tinggal di Amerika. Orion tidak dapat menutupi rasa senangnya melihat kehadiran Reina. Pada saat yang hampir bersamaan, Ares memasuki ruang makan dengan wajah lebam. Melihat ares, Ridwan tidak mampu menahan kecewa dan amarahnya. Ares pun tidak bisa menerima kemarahan ayahnya dan segera kabur ke kamarnya tanpa memperdulikan Reina. Reina yang baru saja kembali bertemu dengan keluarga ini nampak terkejut melihat ini.
Sudah beberapa hari Reina di rumah Ares dan Orion. Orion selalu menemani Reina dengan acara-acara yang ia buat khusus untuk Reina. Namun tidak pernah Reina pergi dan berbicara dengan Ares. Sedikit demi sedikit ia mencoba mengetahui apa yang terjadi selama dua belas tahun terakhir. Dua sahabatnya yang selalu akur dan memiliki keluarga yang harmonis, sekarang telah menjadi jauh berbeda.
Masalah-masalah Ares dan Orion tidak hanya berhenti di rumah saja. Di kampus mereka kuliah, Ares dan Orion juga saling tidak menyukai. Lala kembali mendekati Ares setelah ia memutuskan hubungannya dengan Orion. Dari Lala, Ares dan Orion pun mendapatkan masalah tambahan. Raul teman satu tim basket dengan Orion sangat menyukai Lala. Raul tidak dapat melihat Lala diperlakukan kasar oleh Ares dan Orion tidak dapat melihat kelakuan kasar yang dilakukan Raul kepada kakaknya, Ares. Yang Orion mampu lakukan untuk membalas Raul adalah memusuhinya ketika bermain basket. Masalah di kampus ini tidak diketahui baik Reina ataupun Ridawan dan Siska.
Reina terus mencari tahu telah apa yang telah terjadi selama dua belas tahun Reina meninggalkan mereka. Disana ia menemukan begitu banyak masalah yang terjadi. Kekecewaan Ares pada Reina yang meninggalkan dirinya diam-diam, cinta Orion yang kembali tumbuh kepada Reina ketika Reina kembali, Kekecewaan Ares kepada Papanya dan Orion, Orang tua Ares dan Orion yang menyimpan rahasia kedua anak mereka. Reina mencoba untuk mengerti semua itu secepat mungkin. Pada saat yang bersamaan di sana Orion pun menyadari bahwa Reina mencintai Ares, bukan dirinya. Perang dingin Ares dan Orion pun memanas.
Reina memutuskan membuka kotak hati yang tertanam di taman mereka. Di sana ia membaca secarik kertasnya dihadapan Orion dan Ares. Reina mengatakan, dua belas tahun yang lalu, ia menuliskan bahwa Ia hanya ingin Ares dan Orion akur sampai tua. Kejadian ini pun cukup melembutkan hati Ares dan Orion. Namun masalah mereka bukan hanya sampai disitu saja. Ada masalah besar yang Reina belum tahu dan ditutupi oleh orang tua Ares. Sebuah masalah yang mendasar penyebab semua perubahan-perubahan dalam keluarga ini dan dalam diri Ares khususnya.
Adapted from a Novel “Summer Breeze”
by Orizuka Puspa Swara
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Cari Blog Ini
Watch It :DD
pennimedina. Diberdayakan oleh Blogger.


0 komentar:
Posting Komentar